Nyampe di Candi Prambanan ni ya, kita sudah disambut sama seonggok bapak yang ngakunya guide disana. Sebut aja Pak Wahyu (nama sebenernya. Red).
‘Selamat pagi, bapak-bapak, ibu-ibu, semua yang ada disini, kita goyang yuk!!’dengan suaranya yang serak-serak becek.
‘lho?pak kok ngajak goyang, ini semacam mengandung konser dankdut ya?’padahal aku udah siap-siap dengan goyang gergaji patah-patah.lho??
Kemudian pak Wahyu yang nama sebenernya ini cuap-cuap mengenai sejarah Candi Prambanan, Cuma dari semua ceritanya ada satu hal yang menurutku mengandung menarik. Beliau (bukan nama sebenarnya. Red) bilang kalo patung yang ada di dalam Candi Prambanan selama ini bukan patung Roro Jongrang melainkan Patungnya Dewi Durga.
‘lho, bukannya yang selama ini diceritain yang dikutuk menjadi candi terakhir Putri Roro Jongrang? Kok aku jadi mengandung bingung ni.’
Beliau (bukan nama sebenarnya. Red) bilang kalo selama ini mencari-cari patung yang bernama Roro Jongrang itu, berhubung ngga nemu-nemu jadi yang dipajang patungnya Dewi Durga. Yang lain pada manggut-manggut,’ya sutraaalah.’
Nah lho, tapi aku jadi mikirin gimana ya nasibnya Roro Jongrang?apa dia masih di luar sana menunggu orang yang bakalan nemuin dia, atau dia udah dikirim keluar negeri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab menjadi TKW melalui traffiking kan lagi marak-maraknya tu, atau dia menjadi gadis desa yang lugu dan ngga inget kalo dia patung yang semestinya ada di Candi Prambanan, entahlah, bisa jadi.’ayo buat yang nemuin Roro Jongrang, beritahu dia untuk balik ke Candi Prambanan, kita membutuhkan kiprah dia disana.’ Ya kita berdoa saja semoga dia (bukan nama sebenarnya. Red) cepat ditemukan yang berwajib.
