Wah, selesai juga tugasku sebagai Duta Wisata di Jawa Timur, mulai dari Kakang Malang sampe Raka jatim 2007. Saatnya digantikan dengan yang baru. Senang, bahagia terkadang sedih campur jadi satu. Selama bertugas sebagai duta wisata banyak cerita dan pengalaman baru yang belum pernah aku alami sebelumnya selama kuliah. Mulai dari yang bagus sampai yang jelek. ya,yang paling berkesan di Kakang Mbakyu Malang.
Awalnya aku ikut Kakang dan Mbakyu Kota Malang mengalami kendala yang cukup besar, banyak yang mendukung dan tidak sedikit pula yang melarang. Kendala yang pertama, aku sadari kalo aku bukan asli dari Kota Malang dan aku tidak menguasai bahasa dan kebudayaan Malang. Aku memulai dengan belajar dari Mas Heri, pemerhati dan pelaku seni tradisional di Kota Malang, mulai nari, ternyata ngga nutut waktunya, akhirnya belajar nembang dengan Mas Susilo, setiap malam latihan di sela-sela kursus bahasa Jepangku, lumayan berhasil tetapi tetep aja masih dengan logat Sumatra. Hehehe. (buat yang udah denger aku nembang di Makobu Fm dan RRI, maaf ya rada serak-serak basah, mudah-mudahan ngga jadi nightmare).
Kendala kedua datang dari teman yang lumayan dekat, Bang Fai .Dia bekerja di salah satu stasiun TV local di Malang.
Lokasi di depan SHC jam 2 pagi.
Bang Fai : “ko, ngapain ikut Kakang Mbakyu Malang, penting ngga sech? Ternyata aku salah menilai, kamu bisa lebih baik lagi daripada disana, aku sudah sering melihat semua kegiatan dan aktivitas pendahulu-pendahulu di dalamnya”.
Aku : “Ya kalo kita cuma bisa nonton ya ngga usah ngomong kali bang, ini kesempatan buat kita masuk dan melakukan perubahan di dalamnya”.(hehe, jadi iklan banget ya).
Bang Fai : “ya, terserah kamu lah”.
Aku : “I’ll proof it to you”.
Wah, semangat buruk di saat terakhir ni, sebenernya sempet jadi ragu juga. Tapi aku sudah banyak dibantu dengan orang-orang di sekitarku dan ngga mungkin mengecewakan mereka dengan putus disini aja, hanya karena masalah yang menurutku “Ga Penting.”
Sekarang kalo ketemu dengan Bang Fai, aku selalu bilang aku sudah bisa buktiin kalo Kakang Mbakyu Malang penting dan banyak hal yang aku bisa pelajari dengan masuk di dalamnya yang ngga mungkin aku dapat di luar, dan yang pasti punya saudara-saudara yang berpotensi di Kota Malang.
Tapi yang pasti misi dan visiku ikut di Kakang Mbakyu Malang bisa berjalan sempurna.
Pertama, aku pengen ngerasain terjun ke lapangan dan bekerja di bidang pariwisata dengan konsep yang aku pelajari di kampus, ini bias aku rasain. Ternyata ngga enak ya jadi orang kantoran, aku bersyukur bias ngerasain sebentar dan tidak terikat di dalamnya. Jadi kalo lihat sitcom OB, ada pegawai yang ngga ngomong sama sekali di belakang Gusti bener-bener ada di dunia nyata. They are real!! And alive.
Kedua, pengen nyoba konsep yang aku pelajari selama di kampus, bisa ngga diterapin di lapangan. Ternyata, alhamdulillah bisa dan diterima di dinas. Yang menariknya lagi, aku dipilih menjadi juara 1 karena konsepku itu dan alhamdulillah konsep itu dipakai buat branding image pariwisata Kota Malang, Malang Welcoming City. Ya, seneng aja udah 4 tahun di Malang, bisa nyumbangin sesuatu untuk Kota Malang tercinta ini dan seengganya kalo aku udah ngga di Malang lagi ada yang mengingatku.
Ketiga, punya kepala dinas yang care dan ternyata memiliki baground keilmuan yang sama, Urban and Regional Planning. Namanya Pak Son Magenda, Jadi bisa sharing pengalaman dan ilmu, walaupun sekarang udah pension, you still rock Sir!!
Keempat, bisa belajar membuat majalah dengan teman-teman yang menarik. Nama majalahnya ;apple magazine. Terimakasih buat Paul, Inge, ma Diane yang udah ngajak aku gabung, ikut bantu dan jadi cover majalahnya. hehehe. Dan yang paling berkesan, aku bisa mewujudkan impianku untuk launching branding image pariwisata Kota Malang dengan bantuan mereka, walaupun sekarang udah pada pisah kemana-mana ya, I still love you guys!
Kelima, bisa muncul di Koran-koran, TV dan Radio. Dulu aku sempat berfikir untuk bisa muncul di media tersebut harus jadi model. Ternyata aku sadar dengan wajah yang pas-pasan ini kayaknya ngga mungkin jadi model dan aku menghentikan ide bodoh itu. Aku yakin dengan focus di satu bidang yang kita minati kita bisa wujudkan itu, alhamdulillah semua terwujud malah bisa kenal dan dekat juga dengan orang-orang yang bergerak di dunia modelling, ga musti jadi model kan?
Keenam, bisa mewujudkan impian teman-teman di Pakandayu, punya secretariat lagi, hubungan dengan media membaik, suksesnya pemilihan Kakang Mbakyu Cilik 2007, dan masih banyak kegiatan-kegiatan yang lain.
Ketujuh, punya saudara-saudara yang hebat-hebat di Malang. Secara pertama kali ke Malang, sendirian ngga punya saudara. Sekarang bisa kenal dengan orang-orang hebat dan berpotensi besar di masa depan. Sssst, dapat pasangan Mbakyu yang cantik pula, setaraf Putri Indonesia lha.hehehe.
Kedelapan, bia bikin orang tua bangga. Kebayang aja, selama pulang lebaran sering diomongin kemana-mana, jadi satu Pulau Weh pada tau, ini lho, anakku yang jadi Kakang Malang, huehehe, namanya juga orang tua. Walaupun banyak juga yang ngga percaya soalnya aku kalo di rumah pendiem dan seneng mojok, ngapain hayo??ya baca buku kalo ngga tidur.lho??tapi setelah liat foto dan piala yang dipajang di ruang tamu jadi pada angguk-angguk bukan geleng-geleng.
Kesembilan, misi ini rada rahasia juga. Sebagai lulusan SMU Modal Bangsa, pencetak pemimpin aceh di masa depan. Hehehe, aku pengen memperkenalkan Aceh dan khususnya Sabang kepada orang-orang di Malang dan daerah lain, jadi alhamdulillah orang-orang udah pada ngeh sekarang kalo Sabang itu ada dan dihuni oleh manusia, ya semacam aku ini lah bang.hehehe, mana ada yang sempet nanya, Sabang mananya Irian?fiuh, Indonesian.
Kesepuluh, aku pengen belajar banyak tentang pariwisata secara langsung dan semua dapat di Kakang Mbakyu Malang ini, tugas keluar daerah, mengenal obyek wisata serta duta wisata daerah lain dan semuanya gratis, kapan lagi liburan gratis dibayar pula, sampe Singapore Malaysia, hehehe, Uenak Puoool! Dan harapanku kedepan aku bisa dapat link buat membantu pengembangan pariwisata di Sabang.
Terakhir, semua bisa aku jalani dengan senang hati walaupun sering jadi bahan ejekkan teman-teman sebagai Kakang yang sering senyum, tapi alhamdulillah apresiasi cukup bagus dengan predikat Angkatan Tahun terbaik, terimakasih teman-teman 2006, usaha kita berhasil, aku tahu kalian baik kok.huhuhu..pada nangis di belakang panggung ya, pas aku ucapan terakhir tugas. Maafkan aku juga ngga bisa ikutan nangis karena aku harus nemenin tamu daerah yang lain, tapi kalian tahu, aku menangis terharu ketika membuat video kegiatan-kegiatan kita selama setahun itu. Good job Guys!
Masih banyak lagi impianku yang terwujud dengan ikut Kakang Mbakyu Malang, Cuma yang belum kesampaian bertemu Ghea Idol..hehehe,kapan ya?Dot know.
“Dan bila akhirnya mimpi ini menjadi nyata,
dunia berikan senyumnya tenangkan langkahku melewati segalanya”
-Mike Mohede-