Minggu, 29 Mei 2011

Banda Aceh City Expo 2011

Banda Aceh City Expo udah dimulai! Mulai tanggal 28 Mei - 1 Juni 2011, berlokasi di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh. Ada kurang lebih 70 kota ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Pertama kali masuk di Hall A kita akan langsung disambut stan-stan besar dari Kota Besar, mulai dari Jakarta Utara, Jakarta Timur yang memakai hingga 3 stan besar jadi satu, selanjutnya baru diikuti dari stan kota-kota lain. Begitu pula dengan Hall B, dimulai dari stan Jakarta Pusat, Kota Banda Aceh dan seterusnya.

Jadwal Acara dan denah Stan

Ada banyak potensi unik di setiap daerah di indonesia, dan itu semua ditampilkan di setiap stan yang ada di Banda Aceh City Expo, ego setiap daerah untuk menunjukkan kelebihannya terlihat sekali disini, mungkin kepala daerah yang ikut serta tidak mau mempermalukan daerahnya, tapi hal ini juga yang menjadi daya tariknya. Bayangkan saja, aku ke Stan Palangkaraya, ditawarkan ramuan khusus dari rempah-rempah khas Dayak yang bisa bikin stamina pria jadi tahan lama, daan...ramuan itu bisa tahan untuk 2 bulan, beuh, jadi pengen (pengen apa?) haha.

Begitu juga dengan stan Kota Medan, begitu tertarik dengan produk baju koko-nya yang memadukan antara Cina dan Aceh (kenapa Aceh?) itu yang menjadi perhatianku, mereka pintar melihat peluang pasar, melihat banyak pengunjung dari Aceh, mereka membuat produk mereka dengan cita rasa tuang rumah. Gara-gara itu, aku jadi terjebak, terbeli deh.

Ada lagi Kota Probolinggo yang memajang Batik tulis, yang kata ibunya masuk MURI (Museum Rekor Indonesia) karena motifnya yang lebih dari 600an motif. Luar biasyaaaa!

Yang menarik di Kota Bengkulu, ada tawaran menarik ibu-ibu penjaga disana bilang kalau anak beliau masih muda dan cantik, tauuuu aja ni si ibu kalo aku masih available..haha *duing! Dilemparin bunga.

Tak ketinggalan Kota halaman keduaku, Kota Malang, di stan ini kita bisa mencicipi makanan khas keripik buah dan bisa bertemu langsung dengan pembuatnya, apalagi ditawari untuk kerjasama membuka usaha mengolah buah-buahan khas daerah masing-masing jadi keripik, wow!! jadi kepikiran mau bikin keripik oleander di Sabang, dijamin bakal menarik, pada mati semua yang makan. Hahaha *tertawa setan*

See? Itu masih beberapa diantaranya, masih banyak lagi kota-kota menarik lainnya, seperti Bandung, Padang, Surabaya, Blitar, Pasuruan, Pekalongan, Bengkulu, Pare-Pare, Jogja, Ternate, Tarakan, Tomohon, dan masih banyak lagi.

Tak kalah menarik, hampir setiap stan kota kita disambut oleh Duta Wisata Kota masing-masing, jadi siap-siap kamera juga untuk berfoto bareng cewek cantik dan cowok ganteng, yang pasti mereka siap menjelaskan potensi daerahnya masing-masing.

Jadi pada penasaran kan? Ayo datang ke Banda Aceh City Expo 2011, masih ada 3 hari lagi! Aku mau kesana lagi ni, ketemu disana ya!

Sabtu, 28 Mei 2011

Silahturahmi bagi Informasi (APEKSI dan BANDA ACEH CITY EXPO)

Semua pemimpin daerah di Indonesia hadir di Banda Aceh! berita yang mengejutkan sekaligus menggembirakan karena sekalian silaturahmi kumpul-kumpul APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia), setiap daerah juga ikut mempromosikan potensi daerah masing-masing dalam Acara BANDA ACEH CITY EXPO 2011 yang dilaksanakan mulai 1-5 Juni 2011. Jadi buat yang penasaran acaranya seperti apa heboh acaranya, datang aja ke Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Kita ketemu disana ya....\(^^)/

Visit Banda Aceh 2011
Feel the harmony, discover the extraordinary!

Rabu, 25 Mei 2011

Tidak Ada Alasan Tidak Snorkeling di Sabang


Rasanya kalau menginjakkan kaki ke Sabang, ngga afdol kalau tidak Diving atau snorkeling, ibaratnya seperti makan nasi tanpa garam, kurang asin (halah!). Kota kecil yang terletak di Ujung paling Barat Indonesia ini terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ada kurang lebih 580 jenis spesies ikan disini, dan kalau beruntung kita bisa melihat Ikan Pari Manta dan Hiu Bintang. Kota Sabang sendiri memang menjadi tujuan wisata wisatawan mancanegara yang memiliki hobi menyelam, oleh karena itu pula Dive Operator disini menggunakan pelayanan internasional, harganya pun menggunakan mata uang Uero. Untuk sekali kita menyelam kita harus merogoh kocek €25 atau kurang lebih Rp.300.000. Ada kurang lebih 20 Divesites yang ditawarkan, dan setiap tempatnya memiliki keunikkan tersendiri, yang sering menjadi perbincangan di dekat titik Nol Km, yang dikenal dengan sebutan Wall, atau yang di dekatnya The Canyon, ada pula Underwater Volcano, dimana kita bisa melihat gunung berapi di bawah laut! Wow!!
Tapi buat kamu yang tidak memiliki dana yang cukup banyak, jangan sedih, karena di Sabang, dengan menggunakan alat berupa kaca mata dan alat bernafas (snorkel) aja sudah bisa melihat keindahan bawah lautnya. Para penyewa alat snorkeling ada di pinggir-pinggir pantai, bersiap menunggu wisatawan. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp.15.000, kita sudah bisa menyewa Kaca Mata dan Snorkel, kalau mau nambah pelampung dan fin nambah Rp.15.000 per itemnya, jadi kalau komplit kurang lebih Rp.45.000, yang menariknya lagi kita bisa pake peralatan itu seharian sepuasnya.
Alat sudah punya, sudah saatnya kita mencari tempat permainan sendiri. Ada beberapa Pantai yang menjadi tujuan untuk snorkeling, diantaranya Pantai Gapang, Pantai Iboih, Pantai Rubiah, Pantai Ujung Karang, dan Pantai Arun, namun yang menjadi favorit adalah Pantai Gapang, Pantai Iboih dan Pantai Rubiah. Hanya sekitar 1 jam dari pusat Kota Sabang.
Beberapa hari lalu aku bersama dengan beberapa temanku, Ririz (Salah satu duta wisata Indonesia dari Jawa Timur), Sally (Teman dari Kanada) dan Indra (Temanku sedari SMP di Sabang), berniat snorkeling di Iboih. Niatnya hanya menemani Sally dan Ririz snorkeling, tapi begitu melihat warna air yang jernih, tanpa pikir panjang, kami ikutan bergabung. Lain halnya dengan Sally, dia sudah mempersiapkan alat sendiri dari Kanada, dia berharap sekali bisa snorkeling di Indonesia.
Banyak kejadian seru di dalam laut, bermain dengan clown fish, bertemu ikan Kerapu Tokek yang menggiurkan, bintang laut yang malu-malu, segerombolan ikan di Karang Batik, sampai akhirnya kami melihat Lindong (sebutan Moray eel) yang melirik sinis penuh misteri. Kaburr..haha.
Ririz dan Sally puas sekali snorkeling di Sabang.
”walaupun kulit jadi hitam exotic, tapi aku puas mas,” kata Ririz, begitu juga dengan Sally, dia berkata orang tuanya akan datang ke Sabang untuk menikmati pertualangan bawah lautnya. Ya mudah-mudahan dia bisa menceritakan tentang keindahan Sabang di negaranya nanti.
Jadi tunggu apa lagi? Siapkan alat renangmu, kita snorkeling di Sabang!


Minggu, 22 Mei 2011

MOSA Indah SMA Kita

“Mosa indah SMA kita, indah lucu banyak cerita, Mosa indah SMA Kita, takkan hilang begitu saja, walau kini kita menyusuri jalan berbeda…”

Siapa yang sangka setelah bertahun-tahun meninggalkan Mosa (sebutan untuk SMA Modal Bangsa) di suatu hari yang tidak biasa, Kejadian sungguh luar biasa terjadi.


Kemarin, tepatnya tanggal 22 mei 2011, aku diajak ikutan untuk kegiatan Baksos di salah satu kecamatan Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Kali ini aku ikutan team dari RSAL J.Lilipory Sabang, terdengar keren ya, padahal tampang dan perawakkan tak tampak satupun mirip anggota, malah mirip artis ibukota (halah). Sehari sebelumnya bertemu dengan dr.Hisnindarsyah (dr.hisnin), kepala rumah sakit AL di Sabang. Beliau mengatakan akan mengadakan Baksos di Malahayati besok. Wah, kegiatan yang menarik ni, tanpa ba bi bu, langsung menawarkan diri sebagai sukarelawan.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari Banda Aceh, tibalah aku di tempat kejadian, loh kok jadi horor. Di lokasi aku bertemu dengan anak-anak muda berpakaian ala tentara tapi berwarna ala anak muda. Ternyata mereka anak-anak Beswan Djarum Aceh yang ikut terlibat di kegiatan. Beberapa wajah tidak terasa asing, walaupun berpakaian ala tentara muda dan gaul, aku masih mengenali mereka, Zikra dan Ana, mereka adek-adek kelas di Mosa. Bakal seru ni, banyak anak muda terlibat disini. YaaY!!

Tiba-tiba sekelebat wanita berbaju biru, berjilbab biru lewat di depanku, aku mengenali beliau, Ibu Nensis! Wow!!

Sempat heran dan bertanya-tanya dalam hati, kenapa beliau yang notabenenya guru bahasa inggris bisa hadir di acara tersebut, setahuku beliau aktif di kegiatan-kegiatan guru-guru, tapi belum tahu kegiatan yang lain. Salah seorang tim dari RSAL Sabang juga bertanya, “ibu itu siapa?darimana?”, aku tersenyum, “Itu Ibu Nensis, beliau guruku di SMA-ku mas,” jawabku bangga. Tapi semua pertanyaan itu segera terjawab, beliau ternyata hadir mendampingi suaminya yang merupakan kepala BKKBN Provinsi Aceh dan ikut membantu program baksos dengan penyuluhan program KB. Sembari Si bapak memberikan kata pembuka, beliau menjelaskan maksud dan tujuannya hadir di Baksos dan beliau mengajak istrinya maju untuk ikutan menjelaskan program KB dengan lancar dan khas Ibu Nensis, acarapun menjadi makin menarik, melihat kekompakkan Ibu Nensis dan suaminya sempat terbersit di benak, co cweeeet…ini yang namanya, di belakang lelaki yang hebat, ada wanita yang hebat pula. *catet*

Setelah acara seremonial selesai, Ibu Nensis ngomong, “Hijrah, ibu mau donk, foto dengan kalian, anak-anak Mosa yang datang, ibu pengen nunjukkin ke bapak, ga Cuma bapak yang bisa bangga-bangga dengan teamnya yang rame datang, ibu juga punya pasukkan yang membanggakan seperti kalian,” beuh…sempet mau netes air mata.

Siapa yang sangka, ternyata alumni Mosa banyak yang ikutan terlibat jadi relawan di acara tersebut, walaupun berbeda-beda kostumnya, beda instansinya, ada dokter, ada mahasiswa ekonomi, mahasiswa kedokteran, dll..semua kumpul dengan satu tujuan..i’m proud of you guys!

1306128443435838973

Kami MOSA di Baksos RSUAL J.Lilipory

Seperti permintaan guru kami, Ibu Nensis, berfoto dulu lah semua..setelah itu menyebar atur posisi sesuai fungsinya.

Aku yakin temen-temen alumni Mosa (Kami Mosa) yang lain sudah sukses, kembali bertebaran di Aceh dengan kegiatan-kegiatan positifnya, buat orang tua kita bangga, buat guru kita bangga, semoga tetap menjadi doa kita bersama, “MODAL BANGSA. ”

Ngomong-ngomong selamat buat adek-adek Modal Bangsa yang baru lulus UN, prestasi kalian sebagai peringkat 5 besar Nasional buat kami bangga! Lanjutkan perjuangan kalian di dunia pendidikan yang lebih tinggi ya.

Rabu, 11 Mei 2011

Seru-seruan Festival Krueng Aceh 2011

di Hari terakhir Festival Krueng Aceh 2011, aku berkesempatan melihat langsung perlombaan Perahu Tradisional dan Perlombaan Perahu Naga tahap final. Perlombaan berlangsung sangat seru, area perlombaan di Krueng Aceh dipadati oleh masyarakat, baik masyarakat yang mau mendukung tim dari gampongnya, maupun masyarakat yang ingin menikmati perlombaan. kita lihat seru-seruan perlombaannya ya.

penentuan tim dan lawan tim
Perlombaan Perahu Tradisional (Tahap Final)
Perlombaan Perahu Naga (Tahap Final)
seru ya, sebenarnya ada Pawai Perahu Hias dan Lomba Tangkap Bebek, tapi berhubung hujan yang cukup deras, aku memutuskan untuk pulang. Walaupun tenyata hujannya hanya sebentar, cukup menyesal. Tahun depan mau nonton lagi, jadi buat yang belum nonton tahun ini, tahun depan jangan mau ketinggalan, kita ketemuan disana ya!

Senin, 09 Mei 2011

Aceh Fair 2011, Aksi unjuk kreasi

Pameran Akbar sedang digelar di Aceh, Aceh Fair 2011. Pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2011 di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh. Acara berlangsung mulai Tanggal 8-15 Mei 2011. Acara ini dimaksudkan sebagai ajang promosi produksi lokal unggulan dari 23 kabupaten/kota di Aceh, baik di bidang pertanian, perkebunan, kerajinan serta produk industri rumah tangga lainnya.

Dibuka secara khusus oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM Bapak DR. Syarifuddin Hasan, MM. MBA. Beserta Gubernur Aceh Bapak Irwandi Yusuf Sebagai Tuan Rumah menunjukkan dukungan yang berarti bagi perkembangan produk-produk Aceh yang berkualitas dan bisa dikembangkan lagi di masa mendatang.

Aku berkesempatan mengunjungi beberapa stan, terkagum-kagum sebab banyak produk unggulan masyarakat Aceh yang berkualitas seperti produksi sepatu kulit berkualitas internasional di Kabupaten Aceh Singkil, Kerajinan Eceng Gondok juga dari Kabupaten Singkil, ada Batu Akik yang beraneka warna dari Kabupaten Bireuen, kerajinan tas Aceh dari Pidie, Kerawang Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah, Ija Aceh/Pakaian Aceh dari Kabupaten Aceh Besar dan tak kalah menarik Tshirt Piyoh di Stan Kota Sabang, hehe, lumayan promosi.

13050077551749805193

Baju Aceh di Kabupaten Aceh Besar

1305007941996264284

Produsen Sepatu Kulit kualitas ekspor dari Kabupaten Singkil

13050080882130591173

Beranekaragam Kreasi Eceng Gondok dari Kabupaten Singkil

1305009067280443480

Indahnya warna warni bebatuan dari Kabupaten Bireuen

13050081992104163376

Warna Warni Tas Aceh dari Kabupaten Pidie
13050083541095094825

Berbagai Jenis Kerawang Gayo Kabupaten Aceh Tengah

Belum puas rasanya berkeliling, dikarenakan satu dan lain hal, aku harus mengakhiri pertualangan di Aceh Fair 2011 dan akan datang lagi untuk mencari hal menarik lainnya, karena ada 250 stan, itu artinya ada kurang lebih 250 tempat menarik untuk (maaf) dikunjungi!

Oh iya, selain pameran Aceh Fair 2011 juga menngadakan berbagai rangkaian kegiatan, seperti Pagelaran Miss Aceh Fair, Berbagai Workshop Gratis, Entrepreneurship Expo dari beberapa perusahaan, Job Fair pada tanggal 8-12 Mei 2011, pertunjukkan seni dan masih banyak lagi kegiatan menarik lainnya.

Buat kamu yang belum datang dan sedang berada di Kota Banda Aceh, ayo buruan kesana, siapa tau kita (maaf) ketemu disana!

Sabtu, 07 Mei 2011

Festival Krueng Aceh (Peunayong) 2011

Siapa yang tak kenal daerah Peunayong di Kota Banda Aceh, kawasan perdagangan ini terkenal dengan kulinernya, sebut saja REX, RM. Inti, Bakso Kojex, Purnama, Sate Matang, Mie Razali dan masih banyak lagi lainnya. Berbagai macam jenis masakan ada disini, mulai Mie Aceh, Martabak Aceh, Sate Matang, Tahu Goreng, Kerang Rebus, Nasi Gurih, Capcay, Bakso dan masih banyak lagi masakan sedap menggugah selera lainnya.
Disini kita bisa melihat indahnya keberagaman di banda Aceh dan semua kumpul jadi satu, satu tempat, satu semangat, semangat Visit Banda Aceh 2011.

Semasa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, kawasan ini digunakan sebagai daerah transit bagi tamu-tamu yang datang ke Aceh. Jadi sebelum para tamu ini bertemu dengan sultan, mereka bisa beristirahat sejenak di Peunayong. Dari segi bahasa pun Peunayong berarti daerah yang dipayungi atau dilindungi oleh sultan. Sekarang Kawasan ini mayoritas didiami oleh keturunan Tionghoa/Cina, bangsa yang sangat mahir dalam bidang perdagangan, bisa dikatakan Peunayong ini merupakan daerah Pecinannya Banda Aceh, bisa dilihat dari bentuk bangunan dan aktivitas di dalamnya.

Dalam rangka program visit banda Aceh 2011 ini diadakan Festival Krueng Aceh yang diadakan di Peunayong mulai tanggal 6-8 Mei. Berbagai macam kegiatan diselenggarakan seperti Lomba Perahu Naga, Lomba Perahu Tradisional, Pawai Perahu Hias, Pawai Budaya, Pentas Seni, dan Pameran.

Yang menariknya dari Festival Krueng Aceh 2011 ini, ada satu jalan yang ditutup, khusus untuk kegiatan seperti Pameran dan pertunjukkan seni, disini kita bisa melihat berbagai pameran berbagai macam produk, seperti kuliner, aksesoris, aktivitas dan pertunjukkan khas kesenian Tionghoa. Tempatnyapun disetting khusus tenda-tenda dihias dengan nuansa Pecinan yang didominasi berwarna merah, dan lampion-lampion berwarna merah. Bisa dilihat juga dari gerbang yang dibuat khusus untuk festival ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Banda Aceh maupun masyarakat di sekitar Kota Banda Aceh yang ingin ikut merasakan kehebohan festival ini.

Kehebohan pun dimulai dari pawai budaya, diawali oleh parade sepeda onthel (Gari Awak Away), barisan Agam Inong Banda Aceh, dilanjutkan dengan parade pakaian unik, ada yang berpakaian ala monyet nakal (mongkey king), biksunya, bahkan ada si babi jail (Patkay), vampir cina tak mau ketinggalan dan mereka disuruh lompat-lompat (-_-!) , hakim bao, ada juga yang berpakaian ala cici koko, sampai pakaian cina yang kita ga pernah lihat pun ada, hebatnya lagi yang ikut ibu-ibu, tak mau ketinggalan ada parade rapai, toh daboh, marching band, anak-anak sekolah, sampai ibu-ibu pengajian pun ada (^-^). Daaaaan, yang paling ditungu-tunggu, pertunjukkan Barongsai.

Acaranya seru, selain pameran produk yang bernuansa china town, ada juga atraksi lain seperti dari komunitas pecinta sejarah aceh, kita bisa melihat anak-anak muda Aceh yang aktif mengkampanyekan betapa pentinya sejarah Aceh dan berupaya untuk melestarikannya, ada juga komunitas Aceh Magician, yang melakukan pertunjukkan sulap langsung di jalan, tidak ketinggalan komunitas kartunis yang menyediakan jasa bikin kartun dengan harga promo, dan masih banyak komunitas lainnya. Sangat menarik!

Besok mau lihat Perahu Naga dan Lomba Perahu Tradisional ah..

buat yang belum datang ke Festival Krueng Aceh, datang yuk!