Sabtu, 26 Desember 2009

Youth Enggagement Summit 2009 (masih day 1)

Sebelumnya di Kakang Garing…

Perjalanan aku dan Oktie sekembali dari jalan-jalan ngga karuan di KLCC (Kuala Lumpur Choping Centre). Sempat diwarnai dengan kebingungan yang nyata (baca : tersasar) dan hujan yang membuat bulu kudu berdiri.

Selanjutnya….
Sesampai di hotel dengan lumayan basah kuyup, kami bertemu lagi dengan RAngga dan Cinta Melda. Mereka satu paket, lengkap dimana ada……., disitu ada…….*kosong-kosong ini boleh diisi sendiri. Mereka berkata kalau kita (Kita?) bisa bareng nyari makan malam dengan temen-temen dari Thailand. Thailand? Wah, aku sempat berbunga-bunga saat itu, dan ngebayangin bisa makan malam dengan si Oase di tengah gurun pasir itu. oktie menghancurkan semua bayangan itu, dia mengajakku segera menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian..ah, Oktie..T__T

Mandi udah, ganti baju udah, shalat, saatnya berangkat makan malam..dengan teman-teman dari Thailand!wah….sampai di lobby hotel, aku bertemu RAngga dan Cinta Melda, aku clinga-clingu kiri kanan, sambil melirik nakal, mana-mana? Temen dari Thailand yang akan makan malam bareng kita?tanyaku pada Angga. Angga menunjukkan ke satu arah, ada beberapa orang disana tapi aku tidak melihat “doi”. Sempat kecewa, tapi bukan Hijrah namanya kalo putus asa di tengah jalan. “Show must Go On”.

Saat itu aku berkenalan dengan seorang pemuda Jiran dari Indonesia, namanya Raja, aku sudah pernah dengar nama itu di media elektronik, tapi baru kali ini aku mengenal langsung dengannya, anak yang ramah, dan oke juga. Cuma satu yang Aku masih bingung ketika pertama sekali melihat percakapan antara Raja dan Angga. Bukan karena mereka sedang berbicara bahasa inggris, bukan..jelas bukan itu. tapi aku masih bingung ketika pertama kali mendengar penjelasan dari Angga, kalo kita akan berjalan-jalan mencari makan dengan Raja Bencong. Oke, aku sempet kaget…apa?kalian juga?!! Tapi aku melirik kearah yang lain, saat itu ada teman-teman dari Thailand yang beberapa sudah aku kenal, ada Mikey, Best, sisanya aku belum kenal. Ada juga Melda dan Oktie, dan…mereka semua ekspresinya biasa saja, tanpa ada tanda keterkejutan mendengar kalau kami akan jalan-jalan dengan Raja Bencong. Kaget! Apa Cuma telingaku saja yang mengalami penyalahan (apa ya istilahnya). Tapi melihat dari gaya ngomongnya, cara berpakaiannya, aku mulai berpikiran yang iya-iya, tetapi kenapa pengakuan itu kenapa harus di depan umum?apa memang sudah menjadi RAHASIA UMUM. Kalau lalaki di depanku sekarang ini, RAJA BENCONG? WOOOOOW….sangat berani..kalo di FB, Like This lah…(untuk keberaniannya)

Tapi, semakin kesini-sininya, aku baru ngeh dengan ucapan Angga, ternyata..salah satu temen yang bersama Raja itu bernama Chong, maka terungkaplah semua rahsia itu, yang kudengar selama ini adalah Raja and Chong…(masih terdengar sama ditelingaku).

Oalah, jadi nama anak yang selalu bersama Raja itu bernama Chong, aku baru ngeh di saat-saat kami sedang makan di Sunge Wang. Selain Chong ada 2 teman lagi yang aku baru tahu namanya Ploy dan Lu (ada juga ya nama orang Thailand yang gaul ala betawi) dan mereka yang akhirnya melengkapi persahabatan 10 anak yang berbeda Negara itu. dan dikenal dengan Raja’s Group.
Oh iya, Perjalanan The Raja’s Group malam itu sungguh amat sangat menarik, selain menguras isi dompet juga menguras keringat, tenaga dan air mata. Bayangin aja, udah jalan jauh, mutar-mutar, salah jalan…maksud hati ngikut guide yang handal tapi apa daya, ternyata guide-guidenya juga kebingungan. Ajaib….alhasil malam itu olah raga kaki. Tapi saat-saat itu juga merupakan saat-saat yang menyenangkan dengan Best, dia memintaku untuk manggil dia dengan nama Thailandnya, (Pim)siri. Wah, pertanda bagus ini.*blushing*

Setelah makan dan lelah tersasar lagi (lagi?), kami memutuskan untuk balik ke hotel, ya bersiap menyambut temen-temen delegates Indonesia yang laen, yang katanya sudah berangkat menuju Kuala Lumpur. Dan..menunggu Nadia Zahara tentunya…^^
Sampai di hotel, tenyata teman-teman dari Indonesia juga tak kunjung tiba..hai..hai…lama sangat lah, apa karena pake armada yang beda membuat mereka betah di atas sana. Dan…karena lapar lagi, kami memutuskan untuk makan lagi, kali ini ke rumah makan yang terkenal dengan hurup M-nya. Disana kami bertemu dengan calon teman yang lain, sebut saja dia Taro (Nama sebenernya) dan satu lagi delegasi dari Myanmar (aku lupa namanya, jadi diperankan oleh model). Mereka berdua sempat heran melihat kehebohan keakraban kami berlima (oh iya, saat itu kami tinggal 5 orang, aku, oktie, angga dan Melda dan Raja) dan Taro bertanya, “eh, abang mpok, maaf ye, ane mau nanya ni, ape kalian pade ude kenal sebelomnye?,” Tanya si Taro dengan wajah pengen tau.
Kami Cuma berpandangan satu sama laen dan kemudian tertawa, dan tidak menjawab pertanyaan sama sekali..Poor Taro..
Dan kejadian itu terulang lagi, kami kembali ke hotel dan masuk ke dalam lift dan ternyata di dalamnya sudah dihuni oleh seorang cewek muda, dari roman-romannya dia juga salah satu dari 500 pemenang SEAChange dan dia berusaha untuk memulai pembicaraan terhadap kami, dia melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Kami langsung menjawab kalo kami dari INDONESIA!,dengan nada dan intonasi yang sama. Seketika saja ssi cewek itu memojokkan diri, sepertinya dia menyadari kesalahan yang dia lakukan, dan sepertinya dia ingin lari secepat-cepatnya dari ruangan sempit itu untuk mencari pertolongan pertama melawan orang aneh. Haha, Oooops! Maksud gue, orang cakep..*ngga boleh protes*
Ya, ngga semua orang Indonesia seperti itu, sungguh beruntung si cewek itu berkenal dengan kami.hahaha *tertawa setan*

Lama menunggu, pukul sebelah malam lebih, kami dikejutkan dengan keramaian di Lobby. Sudah dapat dipastikan..delegasi Indonesia sudah datang..aku bertemu dengan M.Arif Julianto, Ari Dwi Susanto, Annisa (Cabe), dan aku melihat sesosok wanita Cantik dengan wajah ceria di antara mereka, dialah..Nadia Zahara.

Bersambung….

Jumat, 18 Desember 2009

Youth Engagement Summit 2009 Day 1

Karena tuntuntan terror dari temen-temen pembaca setia, aku melanjutkan cerita perjalanan hidup di Kuala Lumpur ini.

Previously…
Aku berangkat menuju Medan bah! Menghabiskan waktu bersama teman-teman di medan, kota wisata Tanah Batak, hura-hura membahana di Pemilihan Duta Wisata Jaka Dara Sumut, sampai akhirnya menutup mata.

Kelanjutan Cerita…

Hari selanjutnya, aku menuju bandara International Polonia, Medan untuk menyebrang ke LCCT, Kuala Lumpur, Malaysia. Perjalanan kali ini sungguh amat sangat terasa luar biasa, karena selain berangkat berdua dengan Oktie yang notabenenya seorang Jaka, Duta Wisata Indonesia dari Sumatera Utara. Aku bakal ketemu Nadia Zahara! Iya, NADIA ZAHARA! Siapa yang ngga kenal Nadia Zahara?, cewek cantik, tinggi dan bersahabat, persis mirip iklan di Tipi. Dialah Nadia Zahara, Putri Indonesia Intelegensia 2009.*terlalu banyak bermimpi*
Dulu aku selalu membayangkan bisa berjumpa, ngobrol dan bercengkrama dengannya. Dan sekarang mimpi itu akan jadi kenyataan. Sebentar lagi….*merona*
Perjalanan dari Medan menuju Kuala Lumpur tidak memakan waktu yang banyak, hanya cukup 45menit, akan tetapi dikeranakan Malaysia memiliki waktu yang berbeza dengan Indonesia Barat, alhasil kita harus menambah 1 jam lagi. Jadi 1 jam 45 minutes, seronok sangat!oke, oke yang seronok itu pramugari-pramugari di Air Asia, berbusana rapi bikin hati bergidik, dan berbahasa malayu, comel sangat..
Sesampai di LCCT, kami berdua disambut oleh 3 pemuda dengan senyum ramahnya mereka sambil memegang selembar kertas SEACHANGE. Sempat mengobrol dengan mereka, seorang pemuda berbaju merah, bernama Yen, seorang pemudi bernama Lina, aku ga kepikiran kalo bakal disambut tokoh pejuang jaman dulu, Megaloman, dan sorang pemuda yang aku lupa siapa namanya, eh, emang dia tidak menyebutkan namanya, ya, jadi susah buat aku untuk mengingatnya.*alas an*. Dan fakta yang terjadi disini, ternyata kami adalah orang yang pertama dari 500 delegates yang datang ke YES2009, what a beautiful news, oke,oke, ngga ngaruh sebenernya, berarti kami harus menunggu delegates yang laen baru bisa berangkat menuju hotel.

Waktupun berlalu, masa berganti, kami udah mati gaya disana..kelamaan nunggu, pengen rasanya berteriak kencang, tapi lirik kanan lirik kiri, aku pikir ini bukan saat yang tepat untuk melakukan itu, Bandara Bo!
Tiba-tiba ada segerombolan anak-anak muda berwajah asia menyambangi 3 pemuda yang berdiri memegang kertas SEACHange. Ya, bener, kalian juga berpikir seperti itu kan? Aku juga..mereka memang delegates untuk YES 2009. ada sekitar 30 orang, wow…dan….tahukah kamu, mereka semua dari Thailand, sempat senang awalnya…akan tetapi peristiwa selanjutnya ngga akan bisa dibayangkan…

Aku memperhatikan mereka satu persatu, mereka sangat modis, dan up todate, bisa dilihat dari cara berpakaian mereka, ada yang memakai celana pendek, memakai sepatu boot, dan gaya anak muda zaman sekarang. Tapi..tapi, tunggu dulu..ada yang beda diantara mereka, ada gadis berkerudung bersahaja, berwajah cantik rupawan, dan tersenyum ramah. Ibaratnya sebuah oase di tengah padang pasir, oh sungguh menyejukkan hati. Waktu saat itu bergerak sangat lambat rasanya….bunga bertebaran dimana-mana.
Deg..deg..deg.. Siapakah gerangan gadis pujaan hati itu?

Trlltrtll..….bayangan itupun buyar seketika, kami diminta untuk segera menuju Bas dan berangkat. Masih berharap bisa satu Bas dengan si gadis Oase di tengah padang Pasir apalagi bisa duduk di sampingnya dan bisa bertanya siapa namanya, dimana rumahnya, kalau malam minggu berbuat apa. Tapi tenyata Oktie dan aku berpikir ulang, untuk menunggu teman-teman Indonesia yang laen. Tapi tenyata Tuhan berkata laen, oke, kami ngga mati, karena Bas-nya terbalik seperti film-film final destination, bukan..bukan itu. kami terperangkap di dalam gerombolan pemuda-pemudi Thailand, alhasil di dalam Bas, kami seperti sedang berada di Thailand, bahasa Thai mulai mengalir hilir mudik, tapi tak satupun yang bisa aku tangkap, apa mungkin mereka sedang ngomongin kami yang cakep duduk di depan di samping pak supir yang sedang bekerja, atau sedang ngomongin betapa indahnya Malaysia, entahlah....aseli…mati gaya…ditambah lagi, ketika aku mengobrol dengan salah dua dari mereka, Mikey dan Best, sambutan ramah, malah berlebihan, dianya banyak nanya..aku pikir mereka memang ramah..good point! Tapi ternyata eh ternyata, dia banyak nanya karena dipikir kami adalah Tour Guide. What??paid…paid…paid…apakah gadis Oase di tengah padang pasir juga menganggap aku seperti guide juga?*bertanya dalam hati-ah mana mungkin*

Di saat-saat terakhir Bas mau berangkat, ternyata ada penumpang lain yang pengen naek Bas, mereka adalah Rangga dan Cinta. Dari namanya aja sudah keliatan kalau mereka orang Indonesia. Melihat mereka sungguh begitu serasi, seperti sepasang kekasih yang dimabuk cinta, kenapa mereka telat? Apa mungkin Rangga lupa mengatakan kepada Cinta kalau dia berangkat hari ini, adegan kejar-kejaran di Bandara-pun terjadi, dan akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat bareng ke Malaysia*ni udah kayak film aje ye*. Oke, nama mereka bukan Rangga dan Cinta, tetapi Angga dan Melda…dan yang pasti, mereka telat.
Kami tinggal di Hotel Malaya, sesosok hotel yang terletak di China Town-nya Kuala Lumpur, enaknya di Hotel ini, tinggal ngesot nyampe deh di tempat belanja, ngesot dikit lagi sampe ke Central Market, pusat kerajinan, ngesot dikit lagi kea rah yang berlawanan nyampe ke stasiun LRT, Hore!!!tinggal ngesot….*peringatan pemerintah, ngesot bisa bikin celana rusak, kulit lecet-lecet dan pamor turun*

Dikeranakan masih banyaknya waktu yang disediakan untuk pendatang pertama, kami boleh memanfaatkan waktu luang untuk berjalan-jalan melihat keadaan sekitar hotel, apakah hotel ini layak dihuni ataukah aman terkendali. Aku dan Roomateku, dalam hal ini Oktie (lagi?) memutuskan untuk berjalan-jalan. Tempat pertama yang kami tuju adalah toko yang jual simcard untuk mobile phone. Hal ini musti kami lakukan untuk kelancaran komunikasi dengan orang-orang tercinta di rumah, dan kerana cuba mencuba no Indonesia tenyata begitu mahal tarifnya dan tidak bisa untuk menelpon.ck..ck..ck..gimana bisa eksis kalo gini caranya..haha*hare gene ngomongin eksistensi*. Setelah memilih dan memilah, pilihan kami jatuh pada, kartu Kangen-nya telkomsel. Ow..ow..ow..dari namanya aja udah menjual sekali seperti band favoriteku di Indonesia, hohoho. Simcard Kangen ini keluaran Telkomsel Indonesia, jelas aja dari packnya yang berwarna merah putih, kayaknya memang telkomsel mengeluarkan simcard ini untuk pengguna Indonesia di Malaysia, dan tergolong tariff yang murah dibandingkan yang laen, Tapi yang menjadi permasalahannya, kenapa simcard ini tidak dijual di Indonesia?*jadi kangen saat2 itu*

Setelah itu, makan..dan tempat yang dituju adalah McD, karena kami masih kurang yakin dengan makanan yang ada di China Town, ada McD di sekitar hotel, ngesot dikit nyampe deh, tetapi tenyata eh ternyata sangkaan kami salah..laen lubuk laen belalang, laen McD laen pula isinya. Disana ngga ada yang namanya paket nasi!haha..dasar ya orang Indonesia, kalo ngga makan nasi belom syah! Akhirnya kami memutuskan ke lain hati, ke KFC, disana, ada paket Nasi!hore…order..order…makan..makan..eh, tak tahunya nasinya itu nasi gurih kayaknya, dan dapat dipastikan rasanya tidak sesuai dengan lidah, ditambah lagi ada sayuran aneh di pinggiran piring yang biasanya telur urak arik.ada lagi sausnya saus Thailand..wuih, berasa memakan asia tenggara dicampur dalam satu piring. Aneh..tapi berhubung lapar sangat, lantap aju lah..

Makan kelar, bingung mau kemana, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke KLCC, mau melihat gedung kembar kebanggaan masyarakat Malaysia dan segala isi di dalamnya. Mencoba naek LRT, Cuma butuh RM1,6 sahaja, sampailah kami disahana. Sempat terhairan-hairan kami disana..mall-nya itu Naudzubillah…guedene….berniat nak pusing-pusing, jadi pusing beneran, apalagi nemenin Oktie belanja..sumpe ye..jangan kapok belanja bareng Oktie..suwe..kalo aku jadi cowoknya dia, udah kutinggalin dia disana, syukur alhamdulillah aku bukan cowoknya..Lho??

Siap pusing-pusing dan photo-poto di KLCC, kami memutuskan untuk balik ke hotel, ya bersiap menyambut temen-temen delegates Indonesia yang laen, yang katanya sudah berangkat menuju Kuala Lumpur. Dan..menunggu Nadia Zahara tentunya…^^

Bersambung…

Selanjutnya..pertemuan yang mendebarkan dengan Nadia Zahara, Perkenalan dengan Cewek Oase di tengah padang pasir, Raja’s Group? Alayers? Dan masih banyak cerita menarik lainnya…so, don’t miss it…

Senin, 07 Desember 2009

Youth Engagement Summit 2009 Part 1

I’m back! terima kasih…terimakasih..*dilemparin bunga*

yup! Untuk mngurangi rasa penasaran temen-temen semua tentang kealnjutan perjalanan kehidupanku di Kuala Lumpur Malaysia. Ya tentu saja bukan sebagai TKW, karena mama dan bapakku tidak mengizinkan..Lho?kok jadi curcol.maap, khilaf…

jadi sampe dimana kita kemaren?

Oh iya, aku terkapar dan video terlupakan…

Disinilah kisah bermula…jeng..jeng..haram..haram*back sound film Ketika Cinta Bertasbih Jilid 2*

Setelah aku sadar dari penyakitku yang panjang, aku bangkit dan memulai usaha baru, merintis usaha Hospitality design yang namanya Piyoh Design, merchandise kurang lebih asli dari Sabang, Ooops!kok jadi ngelantur ya. Ya, akhirnya dengan susah payah beberapa kali take, jadilah video singkat tentang Aku, diriku, dan SEAchange. Dan tanpa bermaksud ingin pamer, aku kirimlah video itu bersama sepucuk surat dengan rasa cinta kepada Mbak Audra. Tugas selesai.

Waktu pun berlalu, masa berganti…aku sudah lupa kalau pernah memiliki dosa video itu. ketika aku sedang bersms ria dengan salah seorang temenku yang notabene-nya orang penting, tiba-tiba saja dia berceletuk,

Orang Penting Itu (OPI) : “kang, aku udah lihat lho videomu”

Aku : “video apa?”, jawabku dengan nada kebingungan

OPI : ya, video kamu di SEAChange itu kang!”

Aku : “SEACHange?Video?”, aku masih belum ngeh, maklum agak Lola Amaria.

OPI : “iya, video kamu yang di website-nya SEAChange, biasa aja donk ngomongnya, Cinta Laura banget se loe!”

Aku : “Cinta Laura?”, kok dia bisa tahu artis favoriteku?oke, mungkin itu bukan rahasia lagi, tapi video yang mana? Tanya-tanya dalam hatiku terus berkecamuk, serasa pikirku tak ada habisnya. “Oh my Gosh!” aku baru ngeh kalo video itu…video itu…”damn!”

OPI : “wes ngerti to, hi I’m Hijryah Syaputrya…bla..bla…biasa aja kale”, dia terus mengulang-ngulang kata-kata itu dengan nada N, aka Ngenyek.

Aku : “iyo, tapi bukan aku yang upload itu Pi, puas kon yo….”,aku pasrah.

Setelah itu obrolan berlanjut dan tidak mungkin di tulis disini, bukan konsumsi public.*lha perasaan yang laen juga bukan ya?hehe*

Aku penasaran, mengecek video yang beredar di internet…OMG, ternyata. Video itu muncul pertama sekali kalau kita membuka link ke SEAChange...apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur, maka berfikirlah sebelum bertindak, sesal di akhir tiada berguna hae teman.*Opoo to…*

Semenjak saat itu, dukungan pun, baik itu pujian maupun hinaan mulai mengalir dari berbagai pihak, aku Cuma bisa menanggapinya sesuai dengan kesadaranku. Maaf ya buat yang tidak terbalas.

Bahaya ini, pikirku keras…aku sempat kepikiran untuk menyewa seorang dokter untuk menjadi dokter keluarga dan mengundang pers untuk mengklarifikasi bahwa aku sedang tidak sehat saat itu dan sedang dalam keadaan tertekan, tapi kok ya jadi seperti artis sinetron itu, ntar dibilang aku ikut-ikutan, It’s not so me..aku teringat kata-kata seseorang di layar kaca ketika dia menjawab pertanyaan 10 besar, seorang pemimpin itu harus bisa menjadikan kelemahan menjadi kekuatan, menjadikan ancaman itu menjadi sebuah peluang, jadi aku berpikir kejadian ini harus dijadikan peluang, *tak terasa kok jadi lebay..*

Oke, kita ngga akan bahas tentang video lagi. Sekarang kita akan membahas acara di Kuala Lumpur.

Aku berangkat dari Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara bersama pemenang asal Medan, Okti, yang nantinya menjadi partner in crime di Kuala Lumpur. Sehari sebelumnya, aku berangkat dari Bandara International, Sultan Iskandar Muda, Aceh *pesan Sponsor*, sesampai di Medan ternyata ada acara pemilihan Duta Wisata Jaka Dara Sumatera Utara 2009, what a really good news, menikmati suasana Kota Medan dan melihat pemuda-pemudi berbakat dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Amazing. Dan jadi tamu kehormatan disana..sebagai Agam Duta Wisata Indonesia Provinsi Aceh*blushing*..adegan selanjutnya bersama teman-teman Jaka Dara Sumut, Doni, Christine, Okti, Aya, Erwin dan yang lain menghabiskan malam di Merdeka Walk, tempat yang banyak digandrungi anak-anak muda Medan.Ajieb*recommended lae!*

Keesokkan berangkat ke Kuala Lumpur..

Bersambung Lagi.…??