Perjalanan aku dan Oktie sekembali dari jalan-jalan ngga karuan di KLCC (Kuala Lumpur Choping Centre). Sempat diwarnai dengan kebingungan yang nyata (baca : tersasar) dan hujan yang membuat bulu kudu berdiri.
Selanjutnya….
Sesampai di hotel dengan lumayan basah kuyup, kami bertemu lagi dengan
Mandi udah, ganti baju udah, shalat, saatnya berangkat makan malam..dengan teman-teman dari Thailand!wah….sampai di lobby hotel, aku bertemu
Saat itu aku berkenalan dengan seorang pemuda Jiran dari Indonesia, namanya Raja, aku sudah pernah dengar nama itu di media elektronik, tapi baru kali ini aku mengenal langsung dengannya, anak yang ramah, dan oke juga. Cuma satu yang Aku masih bingung ketika pertama sekali melihat percakapan antara Raja dan Angga. Bukan karena mereka sedang berbicara bahasa inggris, bukan..jelas bukan itu. tapi aku masih bingung ketika pertama kali mendengar penjelasan dari Angga, kalo kita akan berjalan-jalan mencari makan dengan Raja Bencong. Oke, aku sempet kaget…apa?kalian juga?!! Tapi aku melirik kearah yang lain, saat itu ada teman-teman dari Thailand yang beberapa sudah aku kenal, ada Mikey, Best, sisanya aku belum kenal. Ada juga Melda dan Oktie, dan…mereka semua ekspresinya biasa saja, tanpa ada tanda keterkejutan mendengar kalau kami akan jalan-jalan dengan Raja Bencong. Kaget! Apa Cuma telingaku saja yang mengalami penyalahan (apa ya istilahnya). Tapi melihat dari gaya ngomongnya, cara berpakaiannya, aku mulai berpikiran yang iya-iya, tetapi kenapa pengakuan itu kenapa harus di depan umum?apa memang sudah menjadi RAHASIA UMUM. Kalau lalaki di depanku sekarang ini, RAJA BENCONG? WOOOOOW….sangat berani..kalo di FB, Like This lah…(untuk keberaniannya)
Tapi, semakin kesini-sininya, aku baru ngeh dengan ucapan Angga, ternyata..salah satu temen yang bersama Raja itu bernama Chong, maka terungkaplah semua rahsia itu, yang kudengar selama ini adalah Raja and Chong…(masih terdengar sama ditelingaku).
Oalah, jadi nama anak yang selalu bersama Raja itu bernama Chong, aku baru ngeh di saat-saat kami sedang makan di Sunge Wang. Selain Chong ada 2 teman lagi yang aku baru tahu namanya Ploy dan Lu (ada juga ya nama orang Thailand yang gaul ala betawi) dan mereka yang akhirnya melengkapi persahabatan 10 anak yang berbeda Negara itu. dan dikenal dengan Raja’s Group.
Oh iya, Perjalanan The Raja’s Group malam itu sungguh amat sangat menarik, selain menguras isi dompet juga menguras keringat, tenaga dan air mata. Bayangin aja, udah jalan jauh, mutar-mutar, salah jalan…maksud hati ngikut guide yang handal tapi apa daya, ternyata guide-guidenya juga kebingungan. Ajaib….alhasil malam itu olah raga kaki. Tapi saat-saat itu juga merupakan saat-saat yang menyenangkan dengan Best, dia memintaku untuk manggil dia dengan nama Thailandnya, (Pim)siri. Wah, pertanda bagus ini.*blushing*
Setelah makan dan lelah tersasar lagi (lagi?), kami memutuskan untuk balik ke hotel, ya bersiap menyambut temen-temen delegates Indonesia yang laen, yang katanya sudah berangkat menuju Kuala Lumpur. Dan..menunggu Nadia Zahara tentunya…^^
Sampai di hotel, tenyata teman-teman dari Indonesia juga tak kunjung tiba..hai..hai…lama sangat lah, apa karena pake armada yang beda membuat mereka betah di atas sana. Dan…karena lapar lagi, kami memutuskan untuk makan lagi, kali ini ke rumah makan yang terkenal dengan hurup M-nya. Disana kami bertemu dengan calon teman yang lain, sebut saja dia Taro (Nama sebenernya) dan satu lagi delegasi dari Myanmar (aku lupa namanya, jadi diperankan oleh model). Mereka berdua sempat heran melihat
Kami Cuma berpandangan satu sama laen dan kemudian tertawa, dan tidak menjawab pertanyaan sama sekali..Poor Taro..
Dan kejadian itu terulang lagi, kami kembali ke hotel dan masuk ke dalam lift dan ternyata di dalamnya sudah dihuni oleh seorang cewek muda, dari roman-romannya dia juga salah satu dari 500 pemenang SEAChange dan dia berusaha untuk memulai pembicaraan terhadap kami, dia melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Kami langsung menjawab kalo kami dari INDONESIA!,dengan nada dan intonasi yang sama. Seketika saja ssi cewek itu memojokkan diri, sepertinya dia menyadari kesalahan yang dia lakukan, dan sepertinya dia ingin lari secepat-cepatnya dari ruangan sempit itu untuk mencari pertolongan pertama melawan orang aneh. Haha, Oooops! Maksud gue, orang cakep..*ngga boleh protes*
Ya, ngga semua orang Indonesia seperti itu, sungguh beruntung si cewek itu berkenal dengan kami.hahaha *tertawa setan*
Lama menunggu, pukul sebelah malam lebih, kami dikejutkan dengan keramaian di Lobby. Sudah dapat dipastikan..delegasi Indonesia sudah datang..aku bertemu dengan M.Arif Julianto, Ari Dwi Susanto, Annisa (Cabe), dan aku melihat sesosok wanita Cantik dengan wajah ceria di antara mereka, dialah..Nadia Zahara.
Bersambung….

